Connect with us

SINDONEWS

VMware Dorong Teknologi Mutakhir Tumbuhkan Ekosistem Inovasi…

alexametrics

loading…

JAKARTA – VMware, Inc. baru saja mengumumkan serangkaian inovasi yang mendukung akselerasi dalam pengadopsian teknologi artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) di ranah bisnis. Hal ini seiring tingginya pertumbuhan ekonomi inovasi di Indonesia. (Baca juga: Ojol Kembali Beroperasi, Tapi Tidak Bisa Order di Zona Merah)

Loading...

Dengan telah terintegrasinya Bitfusion Technology ke dalam VMware vSphere 7, perusahaan dapat merasakan dukungan infrastruktur yang elastis secara on-demand untuk mendukung tingginya pengadopsian teknologi mutakhir menyongsong terwujudnya era baru digital Indonesia.

“Fitur baru VMware vSphere Bitfusion tercipta seusai akuisisi Bitfusion yang dilakukan oleh VMware di tahun 2019 lalu. Bitfusion merupakan pionir di ranah virtualisasi sumber-sumber untuk mendukung akselerasi performa peranti keras, seperti teknologi graphics processor unit (GPU),” kata Krish Prasad, senior vice president and general manager, Cloud Platform Business Unit, VMware.

Krish Prasad mengatakan, Asia Tenggara dikenal sebagai salah satu pusat rintisan teknologi dan merupakan pasar e-commerce paling dinamis. Angka pertumbuhan ekosistem inovasi sebagai penyangga pertumbuhan ekonomi digital di kawasan diperkirakan mencapai USD300 miliar pada 2025. Perusahaan di kawasan regional juga terlihat mulai melirik ke pemanfaatan sejumlah teknologi mutakhir, seperti AI dan ML untuk mendukung efisiensi operasional perusahaan dan mempercepat inovasi bisnis, sebagai bentuk kapitalisasi dari peluang-peluang baru yang hadir di kawasan tersebut.

Akselerator perangkat keras, seperti GPU banyak digunakan oleh perusahaan untuk memacu performa AI/ML workloads yang biasanya perlu waktu hingga berjam-jam atau lebih dalam operasionalnya. Tim IT menyadari bahwa akselerator perangkat keras yang ada selama ini bak pulau yang terpencil, tidak bisa difungsikan atau digunakan secara bersama-sama oleh semua divisi di perusahaan.

Kekurangan inilah yang memicu munculnya rendahnya tingkat efisiensi dan utilisasi sumber-sumber daya perusahaan, baik yang sudah lama ada maupun yang baru saja mereka beli. Integrasi Bitfusion ke dalam VMware vSphere mampu menghadirkan penghematan biaya, memungkinkan sumber-sumber bisa digunakan secara bersama-sama dengan cara yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Mendukung dihadirkannya sumber akselerator perangkat keras yang tepat, seperti GPU, ke workload yang tepat, di saat yang tepat pula.

“Kami berharap dapat menghadirkan nilai pada GPU setara dengan kami menghadirkan nilai pada CPU,” harap Krish Prasad.

Dengan menghapus kondisi silo pada sumber-sumber GPU, lanjut dia, diharapkan akan tercapai utilisasi perangkat yang lebih baik dan kian efisien melalui penggunaan GPU bersama-sama ini. Tentu ini akan langsung menghemat banyak biaya.

“Lebih penting lagi, berkat VMware vSphere 7, perusahaan bisa segera memulai inisiatif-inisiatif AI/ML mereka agar bisnis bisa melesat, yakni dengan memanfaatkan sumber-sumber GPU yang ada secara bersama-sama menurut kebutuhan atau secara on-demand,” tambahnya.

Cin Cin Go, Country Manager, VMware Indonesia, menambahkan, perusahaan-perusahaan sangat antusias menyambut prospek cerah dari gemilang pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Banyak yang mulai beralih ke AI dan ML dalam mendukung diterapkannya otomatisasi, perampingan, hingga sebagai katalisator akselerasi inovasi sebagai pemacu pertumbuhan bisnis mereka.

“Peningkatan yang kami sematkan pada VMware vSphere 7 mampu menjadi sarana yang ampuh dalam memperkokoh dioptimalkannya pemanfaatan teknologi-teknologi mutakhir yang mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan menuju terwujudnya masa depan digital,” klaimnya.

Aplikasi-aplikasi berbasis AI maupun ML, seperti deep learning training, bergantung pada adanya akselerator perangkat keras dalam memenuhi kebutuhan komputasi yang luas dan kompleks. Dengan hadirnya kapabilitas baru usai diintegrasikannya Bitfusion, VMware vSphere 7 mampu mendukung perusahaan dalam menyatukan sumber-sumber GPU di server dan beragam pemakaian lainnya di dalam lingkungan data center.

Dengan ini, sambung dia, perusahaan akan bisa membagi pemakaian GPU secara bersama-sama dengan cepat dan efisien di seluruh jaringan, dari tim riset AI, saintis data, hingga pengembang teknologi ML yang membutuhkan atau tengah mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis AI/ML.

Arsitektur VMware vSphere 7 yang dirilis April 2020 lalu kini telah disusun ulang menjadi platform terbuka menggunakan Kubernetes guna menghadirkan pengalaman layaknya cloud bagi pengembang maupun operator. Fitur Bitfusion pada VMware vSphere 7 mengoptimalkan pendayagunaan GPU dalam menjalankan aplikasi di mesin-mesin virtual maupun kontainer Bitfusion bisa dioperasikan di lingkungan Kubernetes seperti di VMware Tanzu Kubernetes Grid.

“Dan bisa dijalankan berdampingan saat pelanggan menggelar aplikasi-aplikasi AI/ML yang menjadi bagian dari strategi aplikasi modern di perusahaan masa kini. Fitur Bitfusion yang ada di VMware vSphere bisa diunduh ke infrastruktur yang ada sekarang dan akan terintegrasi dengan baik dengan workflow dan lifecycle yang ada,” pungkasnya.

Tujuan dari akuisisi Bitfusion oleh VMware tahun lalu ialah agar dapat menintegrasikan teknologi ini ke VMware vSphere. Bitfusion menawarkan platform peranti lunak bersanding dengan sumber-sumber fisik secara spesifik dari server yang terdapat di lingkungan tersebut.

GPU bisa dipakai secara bersama-sama di lingkungan tervirtualisasi, sebagai kolam sumber yang bisa diakses oleh jaringan, bukan sebagai sumber yang masing-masing berdiri sendiri pada tiap server. Selain itu, platform ini juga mendukung akselerator lain, seperti FPGA dan ASIC. Rencananya, Bitfusion akan menambah sejumlah kapabilitas unik lain ke dukungan untuk GPU yang saat ini tersedia di VMware vSphere ini.

(iqb)



Link Sumber

Continue Reading
Click to comment