Connect with us

SINDONEWS

Umumkan iQOO 5G, vivo Bicara Panjang Lebar Soal AR dan Charger…

alexametrics

loading…

BEIJING – Vivo iQOO 5G segera resmi menjadi handphone 5G komersial pertama perusahaan setelah menguji prototipe NEX 5G. Mereka berencana merilis perangkat tersebut dalam tiga bulan ke depan.

Loading...

Namun belum ada yang mengungkap banyak tentang spesifikasi perangkat. Vivo iQOO 5G diketahui menggunakan chipset Snapdragon 855 yang terhubung ke modem X50 eksternal, seperti halnya kebanyakan ponsel 5G saat ini.

Laman GSM Arena menyebutkan, teknologi 5G membutuhkan empat antena. Dikombinasikan Bluetooth dan WiFi yang berjumlah delapan, maka cukup sulit bagi pabrikan untuk menemukan ruang bagi antena-antena tersebut tanpa menimbulkan gangguan.

Bukan itu saja, memiliki modem eksternal membuat motherboard menjadi lebih besar. Lantaran 5G membutuhkan lebih banyak daya, vivo juga tidak bisa hanya mengurangi baterai untuk mengimbangi kebutuhan. Mereka pun dituntut merancang tata letak 3D yang rumit.

Qin Fei, Direktur Pusat R&D 5G vivo, mengatakan, jaringan 5G akan mengurangi latensi, memungkinkan lebih banyak perangkat untuk terhubung ke jaringan. Serta memungkinkan operator untuk meningkatkan batas data.

Latensi pada jaringan next-gen dapat dikurangi hingga 10ms yang akan menjadi keuntungan bagi layanan streaming game dan aplikasi AR. Sedangkan kacamata AR dalam video itu sebenarnya bagian dari pengumuman, yakni vivo menggunakan dua layar 720p dan menawarkan 6 derajat kebebasan.

Mereka dapat menampilkan game AR, video 3D, dan dapat digunakan dalam pengaturan profesional juga.Menariknya semua itu terhubung langsung ke ponsel, sehingga tidak memerlukan komputer.

Mengenai batas data, Qin Fei percaya operator akan secara signifikan meningkatkan penyisihan data pengguna dari 20 GB menjadi 1 TB untuk paket data terbesar. Kecepatan data bisa 5-10 kali lebih tinggi pada 5G ketimbang 4G. Mengingat sel 5G dapat mendukung lebih banyak perangkat yang terhubung secara simultan, maka perangkat Internet of Things (IoT) di masa mendatang dapat terhubung langsung ke jaringan.

Untuk dayanya, pabrikan akan menggunakan pengisian daya 120W. Fitur itu menjanjikan pengisian baterai 4.000 mAh hingga 50% hanya dalam waktu lima menit dan pengisian lengkapnya hanya membutuhkan waktu 13 menit.

(mim)



Link Sumber

Continue Reading
Click to comment