Connect with us

DETIKOTO

Tak Boleh Sembarangan, Ini Tips Parkir Mobil di Rumah


Jakarta

Loading...

Saat ini banyak mobil yang dalam kondisi tak terpakai dan terparkir begitu saja di dalam garasi. Supaya performa mobil tak drop saat dipakai lagi nanti, parkir ternyata tak bisa sembarangan.

Pada dasarnya setiap kendaraan membutuhkan perawatan. Bahkan jika dalam posisi tidak digunakan sekalipun. Seperti mobil yang kini banyak terparkir lantaran pandemi virus corona.

Performa mobil bisa menurun jika terlalu lama tidak digunakan. Kondisi kendaraan yang kurang terawat berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar karena akan butuh biaya tambahan untuk perbaikan.

Kondisi ban, kelistrikan, dan ancaman kemasukan binatang liar membuat mobil harus sering-sering diperhatikan perawatannya meski sudah lama tak digunakan.

Dikutip dari Auto2000, berikut 9 tips parkir demi menjaga performa dan kegantengan mobil kamu:

1. Lokasi Parkir Beratap

Paling aman tentu parkir dalam garasi yang sudah memiliki atap. Dengan begitu, mobil dapat terhindar dari paparan panas matahari secara langsung yang bisa membuat cat mobil memudar.

Ketiadaan atap juga membuat mobil detikers terkena hujan. Lambat laun akan timbul water spot (jamur kaca/jamur bodi) akibat noda bekas air hujan yang mengering karena tidak dibersihkan dan menyebabkan mobil tidak sedap dipandang.

Lelehan air hujan juga bisa menyelinap di sela-sela bodi mobil seperti dudukan pelat nomor, gril, hendel pintu dan tutup tangki bensin, dan celah antara pintu dan bodi mobil. Selain kotor, air yang masuk lewat celah pintu bisa meninggalkan bau tidak sedap jika tidak dibersihkan.

2. Cuci Mobil Luar dan Dalam

Meski ditinggal di dalam rumah, mobil tetap bisa kotor oleh debu atau air hujan. Oleh sebab itu, detikers bisa mencucinya minimal seminggu sekali. Tidak hanya luar, bagian dalam juga harus dibersihkan.

Manfaatkan vacuum cleaner untuk membersihkan debu, terutama bagian kolong kabin. Keluarkan karpet dan cuci hingga bersih. Auto Family bisa melapisi cat mobil dengan wax untuk menjaga kondisi cat dan melindungi dari risiko kerusakan akibat terpaan sinar matahari, air hujan, dan baret.

3. Awas Binatang Liar

Mobil yang didiamkan dalam jangka waktu lama menjadi lembab, dan itu menjadi lokasi yang pas untuk tempat tinggal binatang liar di sekitar rumah seperti tikus, kecoa, dan semut. Binatang pengerat seperti tikus sanggup menggigit kabel dan merusak sistem kelistrikan, sementara kecoa dan semut mengakibatkan kabin kotor dan rusak karena mampu menyelinap masuk ke dalam dan berkembang biak di sana.

Upaya pencegahan yang paling mudah adalah dengan meletakkan bahan pengusir binatang tersebut di luar mobil. detikers bisa memesannya secara online atau membelinya di pet shop dekat rumah.

4. Keluarkan Barang Pribadi dari Kabin

Sembari mencuci mobil, lakukan inspeksi ke dalam kabin mobil. Keluarkan makanan dan minuman yang tertinggal karena akan menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang binatang liar datang.

Keluarkan pula barang pribadi seperti kartu E-Toll, kacamata, pemantik api, dan barang berharga lainnya untuk menghindari dari risiko tidak terduga seperti kemalingan atau kebakaran.

5. Tekanan Ban Sesuai Standar

Tekanan angin ban mobil yang berdiam di rumah akan berkurang lebih cepat ketimbang ban yang dipakai setiap hari. Makanya, detikers mesti rajin mengecek dan mengisinya sesuai standar yang ditetapkan, sebagai contoh untuk kendaraan Toyota Calya, dengan ukuran ban dan pelek standar 175/65R14, standar tekanan bannya ialah 36 Psi untuk ban depan dan belakang. Supaya tidak repot, Auto Family bisa memanfaatkan pengisi angin ban portabel yang banyak dijual secara online.

6. Hindari Penggunaan Rem Parkir

Ada kasus di mana kampas rem menempel kuat ke bagian dalam teromol dan sulit lepas karena mobil diparkir terlalu lama. Oleh sebab itu, lepaskan rem parkir atau rem tangan dan ganjal ban dengan balok kayu. Kalau mau lebih aman, detikers bisa menggunakan wheel chock yang diperuntukkan sebagai pengganjal ban mobil. Sangat bermanfaat jika ternyata lokasi parkir mobil miring.

Mobil yang akan diparkir lama sebaiknya dalam kondisi fuul tank Foto: Dok. Pertamina

7. Isin Tanki Full

Bahan bakar di dalam mobil yang ditinggal dalam jangka waktu lama tidak bisa dibiarkan kosong karena akan mengakibatkan terjadinya oksidasi dan membuat karat timbul di dalam tangki bensin. Sebaiknya isi penuh bahan bakar untuk mengurangi risiko karat.

8. Jangan Lepas Kabel Baterai

Mobil detikers tetap butuh pasokan listrik meski tidak dipakai dalam jangka waktu lama, seperti untuk mengaktifkan alarm, sehingga tidak perlu melepas kabel ke terminal aki. Selain itu, mesin mobil tetap harus dipanaskan setidaknya seminggu sekali selama sekitar 15 menit untuk mengisi arus aki supaya tidak tekor dan memberikan kesempatan pada oli mesin untuk bersirkulasi

Silakan bawa mobil keliling lingkungan rumah agar ban berputar dan menghindarinya dari kerusakan akibat ban hanya bertumpu di satu titik dalam jangka waktu lama. Atau setidaknya maju-mundurkan mobil di garasi untuk memindahkan titik tumpu ban.

9. Waspada Kebocoran

Lakukan pemeriksaan secara berkala ke seluruh bagian mobil, seperti ruang mesin, kabin, hingga bagian kolong untuk memastikan tidak ada kebocoran. Periksa pula apakah ada lelehan oli mesin atau tabung penyimpan cairan mobil yang berkurang drastis sebagai tanda awal kerusakan.

Simak Video “Kerennya Mobil Rp 1,6 M yang Dihadiahi Ronaldo ke Ibunya
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)





Link Sumber