Connect with us

3

Serem, Ada Penampakan UFO yang Jaraknya 3,5 Jam dari Indonesia

Penampakan UFO di atas perairan Outer Banks.


VIVA – Ada penampakan pesawat milik alien, UFO, di langit Bangkok, Thailand. Negeri Gajah Putih itu jaraknya hanya 3,5 jam dari Jakarta, Indonesia. Penampakan makhluk luar angkasa itu diungkapkan oleh pemburu alien dan penganut teori konspirasi, Scott Waring.

Loading...

Lewat akun Twitternya, @UFO_Sightings_X, Senin, 15 Juni 2020, Waring menunjukkan keberadaan UFO yang berlindung di balik awan di langit Bangkok pada 4 Juni 2020. UFO yang ada di tengah-tengah awan itu semakin terlihat ketika Matahari terbenam.

“Bentuknya seperti lambung kapal. UFO ini terlihat selama beberapa menit. Itu adalah pesawat besar dengan selubung awan putih besar,” kata Waring. Sebelumnya, ia membuat geger Papua Barat, Indonesia, pada akhir Mei 2020.

Dalam videonya yang viral di channel YouTube yang dikutip dari ET Data Base, Sabtu, 23 Mei 2020, menyebutkan bahwa ia menemukan markas bawah tanah alien di sebuah pulau tidak berpenghuni di Indonesia.

Baca juga: Ada Markas UFO di Indonesia

Ia melakukan investigasi dengan memakai alat pendeteksi Google Earth. Berdasarkan hasil investigasinya, gambar koordinat pintu masuk markas bawah tanah alien tersebut berada di titik 1°13’42.00″S 129°48’49.43″E.

Ketika VIVA Digital menelusuri titik koordinat itu maka ditemukan Pulau Kofiau, bagian dari Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Akan tetapi, apa yang ditemukan Waring belum bisa membuktikan klaim adanya alien karena dirinya tidak terjun langsung ke lapangan untuk membuktikan teorinya.

Seperti klaim sebelumnya, ia juga mengaku mendapat bukti keberadaan pintu gerbang alien ini setelah melihat formasi aneh di peta digital milik Google tersebut.

Waring lantas mengukur bahwa gerbang bawah itu, yang lagi-lagi diklaimnya, membentang setidaknya hingga 20 meter. Ukuran ini dinilai pengagum teori konspirasi itu cukup besar untuk menempatkan banyak UFO, pesawat milik alien.

“UFO bisa terbang melalui pintu gerbang tersebut lantaran terowongan yang lebih dalam tampak menjorok dan tertutup. Sementara area permukaan luar masih terlihat begitu terbuka,” jelas Waring.



Link Sumber

Continue Reading
Click to comment