Connect with us

Mobil

Rifat Sungkar Berbagi Tips Berkendara Aman

Kampanye Keselamatan Berkendara Honda. Pelatihan keamanan berkendara menggunakan Honda Jazz saat  pelatihan keamanan berkendara di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, Ahad (15/7).


Sebanyak 85 persen keselamatan berkendara ditentukan oleh pengendara.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU — Mantan pebalap reli nasional, Rifat Sungkar berbagi tips berkendara aman kepada ratusan generasi muda dalam kegiatan kampanye keselamatan berkendara di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Rifat yang berada satu panggung dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Pekanbaru, Rabu (19/9) mengatakan 85 persen keselamatan berkendara itu ditentukan oleh si pengendara, sementara sisanya faktor kendaraan.

“Jadi selama ini yang paling gampang disalahkan kendaraannya. Padahal 85 persen itu human error,” kata peraih Bintang Prestasi atas berbagai prestasi yang ia raih di dunia kebut otomotif internasional tersebut.

Dia mengatakan, masih cukup banyak pengendara yang abai dan acuh terhadap keselamatan dirinya sendiri. Termasuk di antaranya menggunakan ponsel saat berjalan, atau makan saat menyetir.

Pria berusia 39 tahun yang lahir dari keluarga pebalap itu mengatakan konsentrasi penuh merupakan hal utama yang harus dilakukan selama mengendara. “Bukan setengah-setengah,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengimbau bahwa pengendara harusnya awas dengan aturan lalu lintas. Menurut dia, seluruh rambu-rambu lalu lintas yang terpasang itu bukan merupakan pajangan yang diabaikan, melainkan petunjuk untuk keselamatan berkendara

Lebih jauh, Rifat juga memberikan tips kepada pengendara motor. Selain melengkapi diri dengan mengenakan helm standar, dia menuturkan penting untuk menggunakan sarung tangan.

Rifat mengaku sarung tangan merupakan barang yang remeh, dan banyak diabaikan. Padahal dengan sarung tangan seseorang bisa mengalami nasib yang lebih baik jika sampai terjadi kecelakaan.

“Pakai sarung tangan bagi pengemudi motor sangat penting, karena tangan akan menjadi penopang utama jika terjadi kecelakaan,” ujarnya.

“Intinya kita harus merasa nyaman, aman. Ingat, kalau misal terjadi sesuatu pada kita, bukan hanya kita yang menerima dampaknya, tapi juga keluarga kita,” tutur sosok yang belakangan ditunjuk sebagai duta keselamatan berlalu lintas oleh Kementerian Perhubungan itu.





Link Sumber

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

?>