Connect with us

DETIKOTO

Proton yang Tak Lagi Mengaum di Negaranya Sendiri

Jakarta – Sempat berjaya saat pertama kali dikenalkan, Proton tak lagi menjadi milik pemerintah Malaysia sejak tahun 2017. Saham Proton kini dimiliki oleh perusahaan asal China Geely saat dijual pada era kepemimpinan mantan perdana menteri Najib Abdul Razak.

Najib berpendapat, usaha yang dilakukan untuk mempertahankan Proton tak menemui jalan keluar.

“Kami sudah memberikan pinjaman serta insentif, semuanya sudah kami lakukan. Apabila Proton ingin terus bisa berkembang mereka tak punya pilihan kecuali mencari partner strategis,” ungkap Najib dikutip South China Morning Post.

Dijualnya Proton ke tangan Geely itu sempat menjadi kontroversi tersendiri. Bahkan ada yang menghubung-hubungkan dengan Mahathir Mohamad. Mahathir memang terlibat dengan proyek Proton sejak pertama kali. Ia juga merupakan salah satu penggagas mobil nasional Malaysia untuk pertama kalinya ini.

Saat kesepakatan dengan Geely terjadi, Mahathir cukup menyesalkan tindakan Najib dan sempat mengatakan telah menjual otaknya karena itu merupakan awal dari potensi penjualan yang besar.

Performa Proton memang semakin menurun. Sebagai perbandingan saja, tahun 1993 penjualan mobil di Malaysia 3/4 dikuasai Proton. Ini tentu berselisih cukup jauh dengan kondisi tahun 2016. Tahun 2016 Proton hanya berhasil menguasai 12,5 persen mobil di Negeri Jiran itu.

Penurunan cukup drastis itu salah satunya disebabkan tarif impor mobil yang mulai mengecil sejak Mahathir tak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri.

Saat ia menjabat, tarif impor mobil cukup besar yakni 300 persen. Tentunya itu membuat para produsen mobil yang mengimpor mobilnya dari luar memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan mobil buatan lokal.

Kini tarif impor mobil di Malaysia tak sebesar itu lagi. Dengan begitu Proton harus juga bersaing dengan merek-merek lain. (dry/ddn)




Link Sumber

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

?>