Connect with us

SINDONEWS

Perusahaan Pembiayaan Online Syariah Panen Raya Udang di Subang

alexametrics

loading…

SUBANG – PT Ammana Fintek Syariah menggandeng CV Mina Ceria Nusantara menggelar panen raya udang di tambak di Desa Batangsari, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Loading...

Panen raya diselenggarakan selama tiga hari, yaitu pada 4, 22, 23 November 2019 setelah budidaya udang berlangsung selama 92-112 hari. “Alhamdulilah hasil panen raya kali ini sebanyak 7.141,85 kg dari delapan kolam yang ada di tambak ini. Ukuran udang berkisar antara 47-32 ekor/kg atau setara 21-31 gram/ekor” kata Lutfi Adhiansyah, Chief Executive Officer (CEO) dan Founder PT Ammana Fintek Syariah di sela-sela panen raya pada akhir pekan kemarin.

Estimasi pendapatan total dari panen raya ini sebesar Rp600 juta. “Secara keseluruhan, produksi siklus ini mencapa total sebanyak 9.874,35 kilogram dengan pendapatan keseluruhan mencapai Rp656 juta,” imbuh Lutfi.

Untuk panen raya kali ini, mengalami pendapatan bersih keuntungan 2-5%. Hal ini dikarenakan masa panen yang sebelumnya enam bulan sekali, sekarang bisa empat bulan sekali dalam setahun. Hal ini dikarenakan lapisan bawah tambak yang diperbaharui dan lebih modern.

“Bisnis udang adalah bisnis air. Kalau kita berhasil mengelola PH air dengan baik, maka akan dicapai hasil yang bagus. Dan sebaliknya, jika kita kurang bisa mengelola PH airnya, maka hasilnya akan jauh dari harapan,” tuturnya.

Untuk tambak binaan PT Ammana sendiri, Lutfi memgklaim mempekerjakan sebanyak 15 karyawan yang mayoritas penduduk asal daerah setempat. Dan ada salah seorang teknisi putra daerah asli yang berhasil menyelesaikan kuliahnya di Jakarta, ikut bergabung di tambak tersebut.

Selain itu, masalah keamanan yang menjadi kendala besar setiap tambak udang umumnya, bisa diminimalisir atau bahkan sama sekali tidak terjadi pencurian. Hal itu dikarenakan pendekatan yang dilakukan pengelola tambak kepada penduduk sekitar.

“Alhamdulilah, kami tidak menyewa keamanan khusus untuk menjaga tambak ini. Kami cukup lakukan dengan merangkul penduduk sekitar dengan cara sosialisai dan mengajak shalat dan mengaji berjamaah” tambahnya.

Untuk target kedepan, PT Ammana Fintek Syariah memperluas tambak ke daerah yang dekat dengan lokasi tambak sekarang, sehingga permintaan ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat dapat terpenuhi lebih besar lagi kuantitasnya.

Luthfi menyebutkan, kerja sama dengan CV Mina Ceria Nusantara telah berlangsung sejak akhir 2018. Hal ini sesuai dengan idealisme visi dan misi PT Ammana Fintek Syariah yakni mengembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui dua pola, yaitu pola mikro syariah dan pola langsung menyentuh kepada sektor riil.

PT Ammana Fintek Syariah yang berkantor di Mampang Square Jakarta Selatan ini telah terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK) sejak akhir 2017, sehingga dapat berfungsi sebagai mediator antara pengelola udang (CV Mina Ceria Nusantara) dengan para penyandang modal usaha. “Penyandang modal yang sudah tercatat hingga saat ini, sekitar 115 orang dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pelajar/mahasiswa hingga pekerja. Dan kami menghindari terjadinya pembiayaan tunggal oleh perorangan atau satu lembaga keuangan walaupun memiliki modal yang cukup besar,” tandas Lutfi.

Pengelola CV Mina Ceria Nusantara terdiri dari kaum milenial yang berasal dari lulusan IPB dan UI. Setelah lulus, mereka mengelola perusahaan startup ini, sehingga diharapkan inline dengan program inklusi keuangan yang diamanatkan OJK kepada semua Fintek, khususnya PT Ammana ini, sehingga terbentuknya inklusi keuangan antara pemodal yang bervariasi.

“Kami berharap, kerjasama dengan CV Mina ini bisa berlanjut dan meningkat, karena mempunyai visi misi yang dapat membantu para startup dalam mensejahterakan kehidupan penduduk,” pungkas Lutfi.

(mim)



Link Sumber

Continue Reading
Click to comment