Connect with us

SINDONEWS

Neviim Gelar Bootcamp Planet Pintar Bangun Ekosistem…

alexametrics

loading…

BOGOR – Di Indonesia rekam jejak digital bertambah secara eksponensial. Tidak hanya di bidang bisnis, tapi juga data science.

Loading...

Data science sendiri sudah mulai menjadi kebutuhan utama untuk industri lain, seperti pemerintahan, kesehatan, industri keuangan, jasa, dan lainnya. Saat ini teknologi informasi dengan variasi bentuk data sudah menyasar semua kalangan termasuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

Mereka dapat mengakses beragam data dengan mudah kapan dan di mana pun. Hal ini memicu talenta data scientist untuk terus bermunculan.

Menurut data dari IBM dan Forbes, tahun 2020 diprediksi terdapat 2,72 juta lowongan pekerjaan di bidang data science and analytics. Artinya naik hampir empat kali lipat dari tahun 2017, yakni sekitar 700.000 lowongan pekerjaan.

Bagaimana dengan kondisinya di Indonesia? Saat ini di Tanah Air, permintaan terhadap data scientist sangat tinggi tapi angkanya masih belum mencukupi. Salah satu penyebabnya adalah kurikulum yang
digunakan perguruan tinggi di Indonesia sebagai pengantar ilmu data science dan data engineering umumnya masih bersifat textbook oriented. Belum mengarah ke best practice dari implementasinya di bidang industri, terutama terkait penggunaan tools.

Dibutuhkan gebrakan yang dapat memberikan ruang kepada talenta data scientist untuk siap terjun ke dunia profesional. PT Neviim Magen Teknologi sebagai perusaan konsultan IT melihat banyak peluang yang dapat diciptakan melalui data science dengan membuat sebuah gerakan kolaboratif bernama Planet Pintar.

Gerakan ini bertujuan menyelesaikan permasalahan edukasi terkait data science di Indonesia guna menghasilkan para data scientist dan data engineer yang siap bersaing dan memberikan dampak signifikan terhadap taraf kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Planet Pintar sendiri berawal dari sebuah kanal edukasi digital berbasis kolaborasi sebagai salah satu katalis dalam perkembangan ekosistem data science di Indonesia yang digagas oleh Irfan Wahyudin, dosen Universitas Pakuan & Data Scientist di Neviim. Sebagai sebuah gerakan, Planet Digital menginisiasi bootcamp untuk data science, data engineering, application development, dan system engineering yang disertai kurikulum bisnis. Semuanya didasari dengan pemikiran kritis dan penguatan karakter manusia.

Bootcamp ini diselenggarakan dengan tujuan mempersiapkan manusia pada industri IT di market 4.0 yang condong ke data analisis dan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dengan karakter, sifat, dan kompetensi yang relevan dan unggul. Dan hasil akhirnya diharapkan mereka akan bekerja sebagai data scientist, data engineer hingga membuat startup sendiri.

“Planet Pintar diharapkan menjadi tempat pertama yang diingat oleh orang-orang di Indonesia ketika mereka ingin belajar tidak hanya tentang data science, tapi juga cabang-cabang Artificial Intelligence yang lain seperti Computer Vision, Natural Language Processing, Robotics dan yang lain,” kata Irfan Wahyudin, penggagas Planet Pintar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/5/2018).

Planet Pintar akan digelar pertama kali dalam format seminar dengan target 400 peserta di Auditorium Gedung Prabu Siliwangi, Universitas Pakuan, Bogor, hari ini (Sabtu, 12/5/2018). Konten yang akan dikembangkan di sini antara lain blog, berita, dan kursus daring terkait cabang-cabang AI.

“Acara off-air juga kami harapkan akan secara regular dilakukan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebagai sarana untuk berbagi ilmu dari para pakar. Kami mencoba mengajak orang-orang hebat di bidang AI di Tanah Air untuk bisa membagi ilmunya di sini, tujuannya tidak lain sebagai katalis untuk percepatan masyarakat belajar tentang AI,” ujar Irfan Wahyudin.

Kegiatan bertujuan membangun pola pikir dan fondasi awal sebagai seorang data scientist. Dari 400 orang lalu dipilih 20 peserta yang berkesempatan melaju ke tahap workshop untuk diberikan pembekalan khusus untuk menjadi data scientist yang kompeten.





Link Sumber

Continue Reading
Click to comment