Connect with us

ANTARA

Menristekdikti sebut perlu adanya standardisasi kopi Sidikalang


Jakarta (ANTARA) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,  Mohamad Nasir mengatakan perlu adanya standarisasi kopi Sidikalang yang berasal dari Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.

Loading...

“Dairi memiliki potensi hasil pertanian dan juga perkebunan, salah satunya adalah kopi Sidikalang yang terkenal itu. Nah, bagaimana pengemasan maupun cita rasa kopinya harus sama atau dengan kata lain ada standar mutunya,” ujar Menristekdikti usai melakukan peresmian rintisan “Science Techno Park (STP)” di Sidikalang, Sabtu.

Rasa kopi harus sama, meskipun merk kopi itu bermacam-macam. Menurut dia hal itu perlu dilakukan agar kopi Sidikalang semakin terkenal.

Dia menambahkan dalam hal ini perlu adanya inkubasi yang mewadahi Usaha Kecil Menengah (UKM) di kabupaten itu. Oleh karena itu, katanya, perlu adanya STP di daerah itu yang akan melakukan inkubasi terhadap potensi di daerah itu.

Dengan STP, semua usaha kecil bisa memanfaatkan teknologi. Tidak mungkin ekonomi bergerak tanpa memanfaatkan teknologi, ujarnya.

Baca juga: Kemenristekdikti : Ada 22 “Science Techno Park” pada 2019

Dalam kesempatan itu, Nasir juga berpesan agar Pemerintah Kabupaten Dairi membangun perguruan tinggi terlebih dahulu, sebelum membangun STP. Menurut dia, STP sulit maju tanpa adanya perguruan tinggi di daerah itu.

“Satu-satunya STP berjalan dengan baik dengan adanya inovasi. Oleh karena itu, perlu adanya perguruan tinggi di daerah itu untuk melakukan riset,” kata dia.

Selain perguruan tinggi, untuk membangun STP diperlukan komitmen pemerintah daerah ( Pemda) agar dapat berjalan baik. Juga perlu kerja sama dengan dunia industri.

“Kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah dan juga industri ini sangat penting dalam keberlangsungan STP ke depan.”

Sejumlah STP yang berhasil merupakan STP yang pemerintah daerahnya memiliki komitmen, perguruan tinggi dan sinergi dengan industri. Sejumlah STP yang berhasil itu yakni di Institut Pertanian Bogor, Institut Teknik Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surakarta, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Airlangga. 

Baca juga: Jumlah paten Indonesia terbanyak di Asia Tenggara

Baca juga: Kolaborasi dengan Kawasan Sains dan Teknologi untungkan industri

RI – Inggris siapkan Rp37 miliar untuk riset penyakit menular

Pewarta: Indriani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019





Link Sumber

Continue Reading
Click to comment