Connect with us

DETIKOTO

Lewat Mobil, Gadis Belia Ini Pengin Orang Indonesia Bersatu


Bandung – Kegiatan Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) ke-12 melahirkan sejumlah karya unik dari para anak-anak Indonesia. Salah satunya hasil karya Sherine Kiatandi.

Gadis belia berusia 15 tahun asal DKI Jakarta tersebut membuat gambar berdesain burung Garuda. Menariknya karya Sherine bahkan dibuatkan miniatur oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) Indonesia. Miniatur itu ditampilkan saat pemberian penghargaan di Taman Lalu Lintas Bandung, Jumat (13/7/2018).

Sherine mengatakan idenya itu terbesit atas apa yang selama ini dia lihat. Dia mengaku sedih saat ada rekannya yang bermusuhan hanya karena beda keyakinan.

“Karena aku melihat banyak orang berbeda suku saling membedakan. Ada teman aku beragama Islam, Katolik musuhan gara-gara agama,” ucap Sherine.

Sherine enggan hal seperti itu terus menerus terjadi di Indonesia. Oleh karenanya, dia berimajinasi membuat desain mobil garuda untuk mengingatkan tentang keberagaman dan persatuan.

“Inginnya terus bersatu. Jangan sampai hal sepele saja seperti itu (bermusuhan) apalagi yang besar. Aku cinta Indonesia besarnya tidak terhitung,” kata dia.

Sherine juga menjelaskan terkait detail gambar mobil yang dia beri nama Toyota Peace and Unity Car (TPUC). Sherine berimajinasi mobil tersebut merupakan mobil ramah lingkungan.

Ornamen sayap yang ada di dua sisi mobil selain menggambarkan budaga Indonesia, juga dapat bermanfaat mengeluarkan ion positif.

“Sayapnya mengeluarkan ion penetral polusi dan bisa mengeluarkan oksigen,” katanya.

Dalam gambar juga, Sherine menyelipkan sejumlah orang dengan ciri khas suku-suku diberbagai belahan dunia. Dia punya alasan juga soal gambar itu.

“TPUC di dalamnya ditumpangi orang-orang dari berbagai suku belahan dunia dan membawa manusia kehidupan modern dan damai,” ujarnya.

Direktur PT TAM Darmawan Widjaja mengatakan desain-desain karya anak-anak tersebut tidak menutup kemungkinan diaplikasikan ke bentuk nyata. Namun dia belum bisa memastikan apakah dari satu desain akan muncul satu produk atau nantinya bisa digabungkan ide-ide anak-anak ke dalam satu produk.

“Konsepnya dimulai dari dream. Nah apakah bisa langsung? Bisa saja tapi itu dari berbagai dream bergabung. Bisa enggak dari satu konsep? Bisa saja. Tapi biasanya dream-dream dari yang lain menjadi produk,” kata Darmawan.

Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC)

Di waktu yang sama Toyota juga mengumumkan Xylone Margareth Andariska sebagai pemenang Toyota Dream Art Contest, dan akan diberangkatkan ke Jepang. Karya gambar mobil impian dari bocah 8 tahun itu, akan dipertandingkan dalam Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) tingkat internasional.

Xylone sendiri telah menjuarai TDCAC di Indonesia dalam kategori di bawah usia 8 tahun. Bocah asal Surabaya tersebut jadi juara pertama unggul dari dua pesaingnya. Selain menjadi juara pertama, Xylone juga terpilih jadi finalis global.

Xylone. Foto: Dony Indra Ramdhan

Karya Xylone dinilai menginspirasi. Bocah perempuan bertubuh mungil itu membuat gambar mobil dengan bodi berupa huruf-huruf.

Dalam gambar berwarnanya, ada enam unit mobil dengan bodi huruf. Huruf-huruf tersebut di antaranya huruf G, L, M, W, V dan Z. Dia turut memasangkan roda di bawah huruf-huruf tersebut.

Gambar Xylone tampak meriah. Selain desain mobil, Xylone juga menambahkan ornamen berupa gedung-gedung bertingkat, dua helikopter, taman, pepohona dan sejumlah anak kecil tengah bermain.

Xylone mengaku senang hasil karyanya terpilih oleh dewan juri. Dia pun antusias akan berangkat ke Jepang pada bulan Agustus nanti.

“Senang banget. Apalagi bisa ke Jepang pertama kali,” ucap Xylone usai penyerahan trophy yang dilakukan oleh PT TAM.

Xylone punya alasan membuat ide gambar mobil impian yang diberi nama ‘Alphabet Car’ itu. Dia berharap, mobil impiannya masa depan akan berguna bagi masyarakat.

“Biar semua bisa membaca, makanya menggambar itu. Biar tahu huruf,” kata Xylone.

Darmawan mengatakan TDCAC merupakan salah satu program dari Toyota guna mengembangkan minat dan bakat dari anak-anak. Kegiatan TDCAC tahun ini merupakan yang ke-12 sejak pertama kali digelar tahun 2004.

“Selama ini, Toyota selalu berupaya mewujudkan program kontribusi sosial yang didasarkan pada 4 pilar yaitu lingkungan, pendidikan, keselamatan berkendara dan pemberdayaan masyarakat. Lomba gambar TDCAC adalah salah satu bagian pilar pendidikan,” ucap Darmawan.

Darmawan menyebut dari tahun ke tahun jumlah karya yang masuk dalam kegiatan TDCAC semakin bertambah. Tahun ini saja, terdapat 10.805 karya dibanding tahun lalu yang hanya 6.720 karya.

“Kami percaya bahwa kehidupan sosial yang baik dan membawa dampak positif bagi anak-anak sebagai generasi penerus masa depan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Berikut nama-nama juara TDCAC ke-12 tahun 2018 :

Kategori 1 (di bawah 8 tahun):

1. Xylone Margareth Andariska asal Surabaya
Judul karya : Alphabet Car
2. Rayhan Axel Rich asal Jakarta
Judul karya: Honey Car
3. Rajata Albee Prasetya asal Jakarta
Judul karya: Orangutan Rescue Car

Kategori 2 (usia 8-11 tahun):

1. Husna Hafishah Hapsari asal Yogyakarta
Judul karya: Bamboo Car
2. Ellena Lauretta Susanto asal Jambi
Judul karya: Time Travel Car
3. Sherly Vermont Qwerni asal Jakarta
Judul karya: Toyota Disabled Car

Kategori 3 (usia 12-15 tahun):

1. Sherine Kiatandi asal Jakarta
Judul karya: Toyota Peace & Unity Car
2. Michiel Filisia Ivansius asal Sumatera Selatan
Judul karya: Flower Car for Our Parents
3. F. Jonathan asal Jakarta
Judul karya: Toyota Cardiac Plaque Cleaner Car (Toyota CPC Car)

Penghargaan khusus:
1. Indonesia Theme : Rajata Albee Prasetya
2. Inspiration Award : Sherine Kiatandi
3. Finalist Global Award : Xylone Margareth Andariska. (dir/dry)




Link Sumber

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

?>