Connect with us

SINDONEWS

Kepemimpinan di Era Teknologi Blockchain Butuh Sinergisitas

alexametrics

loading…

JAKARTA – Manfaat dan penerapan teknologi blockchain di Indonesia menarik perhatian sejumlah pihak untuk mengadopsi teknologi tersebut. Ironisnya hingga saat ini, khususnya bagi sektor riil, optimalisasi blockchain diperhadapkan dengan sejumlah kendala. Selain kurang pemahaman, sinergisitas menjadi faktor yang memengaruhi hal tersebut.

“Bicara teknologi blockchain, menurut saya saat ini sedang terjadi culture clash antara industri (sektor riil) dengan komunitas blockchain,” kata Pandu Sastrowardoyo, pakar sekaligus pelopor teknologi blockchain di Indonesia saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2018).

Dikatakannya, hal ini disebabkan Blockchain berasal dari cryptocurrency yang mendapatkan banyak sekali investasi dana sejak awal. Hal tersebut membuat anggapan bahwa teknologi blockchain tidak membutuhkan investasi dari perusahaan tradisional atau sektor riil. “Anggapan tersebut sejalan dengan filsafat inti dari pembangunan blockchain, yakni kemandirian dari mekanisme keuangan tradisional,” papar Pandu.

Selain itu, lanjut dia, ada pula kecenderungan di  komunitas blockchain untuk tidak mengintegrasikan solusi blockchain dengan produk IT enterprise tradisional. Hal tersebut tentunya menjadi kendala bagi sejumlah besar sektor riil dalam hal optimalisasi blockchain serta modernisasi bagi industri mereka,” keluh Pandu.

Menanggapi hal tersebut, Pandu mengatakan perlunya membangun sinergisitas antara keduanya. Para pemimpin komunitas blockchain perlu membuka diri dan mengembangkan komunitas mereka ke kantung-kantung industri. “Di mana profesionalisme diperkuat, intimidasi intelektual tidak ditoleransi serta membangun semangat integrasi dengan teknologi model enterprise, hal tersebut penting dalam hal optimalisasi membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi,” katanya lagi.

Sementara bagi sektor riil atau perusahaan tradisional, sangat penting untuk mengenali teknologi blockchain, sehingga penerapannya tepat sasaran sesuai kebutuhan industri itu sendiri.

“Pemain sektor riil juga perlu  menunjuk kepemimpinan blockchain dalam struktur mereka, atau memungkinkan tim kepemimpinan mereka untuk mengetahui business value yang dibuat blockchain,” tambah Pandu.

Satu hal yang penting dicatat, dia mengingatkan, bicara business value blockchain, maka bukan hanya tanggung jawab divisi IT, melainkan juga masing-masing pimpinan divisi perusahaan tersebut perlu mengetahui. Karena bicara business value merupakan tanggung jawab semua elemen perusahaan tersebut,” pungkas Pandu.

(mim)





Link Sumber

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

?>