Connect with us

3

Kepala Keamanan Siber Facebook Hengkang Tepat di Hari Kemerdekaan RI – VIVA

image_title

[ad_1]

VIVA – Chief Security Officer Facebook, Alex Stamos, mengumumkan pengunduran dirinya dari platform milik Mark Zuckerberg. Stamos, yang bergabung dengan Facebook sejak 2015, mengaku akan bergabung di Stanford University, California, Amerika Serikat, sebagai dosen dan peneliti.

“Saya resmi ‘menghilang’ awal bulan September, tapi hari terakhir saya di Facebook tanggal 17 Agustus. Saya tidak lagi nyaman bekerja dengan teman-teman di sana. Masih banyak orang yang berdedikasi, bijaksana, dan terampil untuk melanjutkan tantangan ini,” katanya, seperti dikutip dari TechCrunch, Jumat, 3 Agustus 2018.

Stamos bukanlah orang pertama yang meninggalkan Facebook. Sebelumnya, Chief Legal Officer, Colin Stretch lebih dahulu resign bulan lalu setelah lebih dari delapan tahun berkarir di sana. Lalu, Head of Policy and Communications, Elliot Schrage, serta Co-founder WhatsApp, Jan Koum, juga meninggalkan Facebook pada April kemarin.


“Saya berharap masih menjalin kerja sama yang baik dengan tim keamanan dan keselamatan Facebook,” ungkap Stamos. Selama setengah tahun terakhir Facebook tengah mengalami kejatuhan terkait dengan bocornya keamanan data pengguna. Stamos mengaku menikmati perannya di Facebook, tetapi kini sudah saatnya berpaling dari media sosial terbesar di dunia itu.

Rumor Stamos resign sudah terdengar sejak Maret, atau satu bulan sebelum Schrage dan Koum memutuskan untuk hengkang. Ia disebut tidak setuju dengan taktik yang digunakan Facebook dalam pengungkapan perannya kepada Badan Intelijen Rusia atau FSB.


“Peran saya sekarang fokus pada risiko keamanan dan bekerja untuk keamanan pemilu,” papar Stamos. Ia akan bergabung bersama kelompok barunya yang bernama ‘Information Warfare’ di Stanford.

Pada musim gugur ini, Stamos juga akan meluncurkan kursus yang mengajarkan teknik ofensif dan defensif secara langsung. Ia akan berkontribusi untuk spesialisasi Master Cybersecurity di Institut Freeman Spogli untuk Studi Internasional, Stanford University.

Dahulu, Stamos dilaporkan berhenti dari Yahoo karena perusahaan tersebut memberikan akses ke Badan Intelijen Amerika Serikat atau CIA untuk data tertentu. Orang-orang tentu menyambungkan kejadian masa lalunya dengan masa saat ini, di mana Facebook dituding memberikan data pengguna ke Cambridge Analytica.

[ad_2]

Link Sumber

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

?>