Connect with us

ANTARA

Kemristekdikti dorong industri menjawab akar masalah bangsa


Jakarta (ANTARA) – Direktur Sistem Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ophirtus Sumule mengatakan industri tidak semata-mata mencari keuntungan tapi berpartisipasi menjawab akar masalah bangsa dengan memanfaatkan hasil riset dan inovasi anak bangsa.

Loading...

“Jadi mereka (industri) tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi ikut terlibat di dalam menyelesaikan masalah-masalah yang kita butuhkan sehingga industri itu tentu kan melihat bahwa yang mereka hasilkan adalah yang laku di pasar,” ujar Ophirtus kepada wartawan di sela-sela kegiatan seleksi Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 Kategori Abyudaya di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, industri didorong untuk bekerja bersama dan berkomunikasi dengan pemerintah khususnya pemerintah daerah guna mengetahui kebutuhan mereka untuk kemudian menghasilkan dan menjual produk yang menjawab kebutuhan masyarakat, contohnya radar cuaca yang dikembangkan PT Inti dan perguruan tinggi serta lembaga terkait lain akan dapat digunakan konsumen seperti nelayan .

“Kadang-kadang pemerintah daerah tidak tahu mau ke mana memintanya kemudian hanya membuka diri, masuklah perusahaan asing untuk mensuplai itu. Sekarang kita punya kemampuan untuk sampai ke sana. Tidak itu saja, bahwa setelah peralatan-peralatan itu kemudian masuk untuk dipakai di masyarakat ini kan memang perlu perawatan dan pengembangan. Karena itu kita mendorong untuk bekerja sama dengan lembaga litbang (penelitian dan pengembangan) dan perguruan tinggi di situlah tempatnya sumber daya manusia kita untuk mengembangkan teknologi-teknologi ke depan,” tuturnya.

Untuk menjawab permasalahan akar rumput, maka memang sudah seharusnya hubungan antara industri dan pemerintah daerah terbangun kuat karena pemerintah daerah merupakan representasi dari masyarakat.

Dia menuturkan industri tidak harus melakukan riset sendiri tapi bisa bekerja sama dengan lembaga litbang maupun perguruan tinggi. Dengan begitu, bisa dipetakan kemampuan perguruan tinggi dan lembaga litbang, kemampuan dan kebutuhan industri, kebutuhan pemerintah dari pusat, provinsi, kabupaten hingga kota, serta kebutuhan masyarakat untuk mendorong riset berkualitas, hilirisasi dan komersialisasi hasil riset dan inovasi.

Baca juga: Jangan ada jurang lebar antara lembaga litbang dan industri

Baca juga: Bio Farma teken LoI awali kerja sama hilirisasi riset PTN

Baca juga: Staf Khusus Presiden mengapresiasi lahan SIUTI hasil riset ULM

Kemenristekdikti siapkan dua beasiswa baru

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019





Link Sumber

Continue Reading
Click to comment
?>