Connect with us

SINDONEWS

Industri Siap Sambut Era Euro 4

alexametrics

loading…

JAKARTA – Industri automotif Tanah Air akan memasuki era baru. Jika tidak ada aral melintang, awal Oktober mendatang Indonesia akan menerapkan standar emisi Euro 4 pada produk kendaraan bermotor, menggantikan standar emisi yang sudah lama diaplikasikan yakni Euro 2.    
Penerapan standar baru emisi Euro4 itu dimaksudkan agar dapat menekan kadar polusi udara sehingga lebih sehat. Dengan kebijakan baru ini, diharapkan Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari negara lain yang sudah lebih dulu menerapkan Euro 4 pada industri kendaraan bermotornya.

Saat ini, di kawasan Asia Tenggara, hanya Indonesia bersama dua negara lainnya yakni Laos dan Myanmar yang masih menggunakan standar Euro 2. Untuk itu, perlu kesiapan industri dalam implementasi Euro 4.

“Terlebih dulu pemberlakuan standar emisi akan lakukan untuk jenis mesin bensin sedangkan untuk mesin diesel baru akan direalisasikan pada 2021 mendatang,” ujar Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohanes Nangoi.

Dia menambahkan, sebagai langkah awal penerapan standar emisi Euro4, kalangan industri telah menetapkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang dibuka hari ini di ICE BSD City, Tangerang, sebagai tanda dimulainya program tersebut.

Menurut Nangoi, pameran automotif terbesar di kawasan Asia Tenggara itu  akan menjadi langkah monumental bagi Indonesia dalam penerapan standar emisi baru yang aka dimulai 7 Oktober nanti.  

Dia  menegaskan, pentingnya deklarasi penggunaan standar emisi Euro 4, karena langkah ini merupakan kemajuan yang harus didorong di masa mendatang. “Indonesia harus maju dan sadar terhadap penerapan standart emisi Euro4 pada kendaraan,” ujarnya.

Nangoi juga menambahkan, mobil berteknologi Euro 4 tidak bisa sembarang menggunakan bahan bakar, tidak seperti saat penerapan standar Euro 2. Menurutnya, perangkat mobil dengan standar ini sudah mengadopsi teknologi canggih untuk menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah.

Jika bahan bakar tidak mendukung, maka mobil akan rusak dan hal ini jelas merugikan pemilik.  “Begitu mobil Euro4 diluncurkan dan bahan bakarnya belum tersedia, maka mobil tersebut akan rusak,” tegas Nangoi.

Tak hanya Gaikindo, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) juga menyambut baik rencana pemerintah terhadap penerapan standar Euro 4. Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menilai positif diberlakukannya penerapan standar emisi Euro 4 di Indonesia.

“Kami sangat mendukung penuh terhadap rencana pemerintah menerapkan standar emisi Euro4 untuk kendaraan di Indonesia, hal tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas industri automotif serta kemajuan bagi bangsa,” ucapnya.

Penerapan standar emisi baru di Indonesia diharapkan memberikan kontribusi positif bagi industri di tanah air sehingga menjadi lebih kompetitif.   “Saat ini Euro4 menjadi standar bagi sebagian besar negara di dunia, sehingga secara umum akan memudahkan produsen untuk menjual kendaraan di luar Indonesia,” jelasnya.

Terkait penerapan standar emisi Euro4, kalangan industri agen pemegang merek (APM) tidak akan serta-merta menarik atau mengubah kendaraan yang sudah diproduksi atau berstandar Euro2.  Pasalnya, berdasarkan aturan, dengan ditetapkannya standar emisi Euro4 bukan berarti mobil standar Euro2 tidak boleh beroperasi lagi.

“Kita tidak menarik yang sudah diproduksi (kendaraan Euro2) karena memang seperti itu aturannya bahwa produksi mobil di Oktober harus Euro4. Makanya secara bertahap produksi itu kan akan terserap ke pasar. Jadi pada bulan tertentu ini akan Euro4 semua yang beredar,” kata Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irawan Kuncoro.





Link Sumber

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

?>