Connect with us

ANTARA

Honor enggan berada di bawah bayang-bayang Xiaomi

[ad_1]

Jakarta (ANTARA News) – Pasar konsumen ponsel kelas menengah di Indonesia semakin meriah setelah Huawei memboyong perusahaan subsider mereka, Honor, yang sering disebut pesaing Xiaomi.

Honor masuk Indonesia pada awal tahun ini melalui tiga ponsel sekaligus, 9 Lite, View 10 dan 7X. Honor bahkan menargetkan masuk tiga besar ponsel Indonesia, yang saat ini secara berurutan diduduki Samsung, Xiaomi dan OPPO menurut data International Data Corporation (IDC) berdasarkan pengapalan ponsel kuartal kedua 2018.

Tentu bukan hal mudah untuk masuk ke tiga besar ponsel terpopuler di Indonesia, ponsel dari berbagai merk, mulai dari China hingga Prancis dapat ditemukan di pasaran. Usaha Honor untuk meraih nama di kalangan masyarakat dibuktikan dengan konsistensi mereka merilis produk baru hampir setiap bulan.

Agustus lalu, mereka mendatangkan Honor 10, sebulan kemudian hadir Honor 9i. Bulan Juli lalu, muncul Honor 7S dan sebelum hari raya Lebaran mereka mengeluarkan 7A.

Honor dan Xiaomi pada Selasa (6/10) menjadi sorotan penyuka teknologi lantaran mereka merilis produk di saat yang bersamaan dengan segmen pasar yang sama, yaitu ponsel dengan rentang harga Rp3 juta hingga Rp4 juta.

 

Honor 8X. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)


Xiaomi memboyong dua produk sekaligus, yakni Redmi Note 6 Pro dan Mi 8 Lite, sementara Honor dengan 8X.

Presiden Honor Indonesia, James Yang, mengklaim mereka sudah merencanakan tanggal peluncuran ini sejak sebulan sebelumnya. Xiaomi Indonesia, dilihat dari unggahan di akun Twitter resmi mereka, aktif mencuit rencana peluncuran Redmi Note 6 Pro mulai akhiir Oktober.

James Yang saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari media seputar kompetisi dengan Xiaomi terlihat percaya diri, sekaligus geram, produk mereka akan lebih unggul meski pun Xiaomi hadir lebih dulu di Indonesia, sejak 2014.

“Xiaomi memang lebih dulu masuk, tapi, belum tentu yang masuk duluan lebih baik. Honor yakin dengan produk (yang dibawa ke Indonesia), menjadi landasan kuat untuk masuk kompetisi,” kata Yang saat jumpa pers, Selasa.

 

Xiaomi Redmi Note 6 Pro. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Baca juga: Honor 8X masuk Indonesia, kapasitas 128GB harga Rp 4 jutaan

Baca juga: Honor siapkan ponsel gaming setipe Honor Play untuk pasar Indonesia

Beberapa kali Yang menyebutkan produk yang mereka luncurkan hari itu lebih baik dibandingkan kompetitornya, baik dari segi rancangan, layar hingga chip yang digunakan yang mendukung untuk mobile gaming.

“X is better than Pro,” kata dia.

James Yang juga menyebut angka 8 lebih tinggi dibandingkan dengan 6, merujuk pada nomor yang digunakan masing-masing vendor untuk menamai ponsel mereka.

Sambil memamerkan Honor 8X, dia juga menyatakan rancangan yang dikeluarkan kompetitor tidak menarik bahkan secara gamblang menyebut produk pesaing sebagai “jelek”.

“Produk pesaing jelek, maaf,” kata dia.

Keyakinan Honor terhadap produk terbaru mereka ini didasari teknologi yang mereka bawa di Honor 8X, mereka bahkan menyebut ponsel ini sebagai “flagship killer” karena memiliki fitur ponsel kelas atas, namun, dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu fitur yang paling mereka banggakan di Honor 8X yaitu bezel bawah yang sangat tipis karena memakai teknologi COF dan memindahkan antena ke bagian samping ponsel.

Honor 8X. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Baca juga: Review – Honor 9i desain cantik dengan spesifikasi menarik

Yang juga menolak produknya disebut berkompetisi dengan Redmi Note 6 Pro, menurut dia, lebih tepat jika dibandingkan dengan Xiaomi Mi A2 karena sama-sama memiliki layar besar.

Kepercayaan diri Honor produknya akan diterima masyarakat Indonesia juga dapat dilihat dari penggemar mereka, Honor Fans, yang jumlahnya terus meningkat. Yang mengklaim Honor Fans kini melonjak menjadi 43 persen dari 20 persen saat mereka muncul di Indonesia pada April lalu.

“Brand awareness kami meningkat tajam selama sembilan bulan,” kata Yang.

James Yang pada jumpa pers tersebut berkali-kali menyatakan produk mereka jauh lebih baik dari Xiaomi, salah satu bentuk kejengkelannya meluncurkan produk di hari yang bersamaan. Xiaomi menggelar peluncuran siang hari pukul 14.00, sementara Honor pukul 15.00.

Meski pun begitu, dia menolak memasang strategi membunuh produk lain agar Honor menjadi yang lebih unggul.

“Membunuh produk lain tidak akan membuat kami jadi pemenang, bukan strategi kami,” kata Yang.

Riset pasar IDC di kuartal kedua 2018 menyebutkan lima besar ponsel di Indonesia diduduki oleh, secara berurutan, Samsung, Xiaomi, OPPO, Vivo dan Advan, satu-satunya merk lokal di posisi tersebut.

Data IDC menyebutkan pengapalan ponsel pintar di Indonesia mencapai 9.4 juta unit pada kuartal kedua 2018, naik 22 persen dibandingkan kuartal sama tahun sebelumnya. Angka ini menurut IDC merupakan pengapalan terbanyak di Indonesia.

Xiaomi Mi 8 Lite. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018



[ad_2]

Link Sumber

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

?>