Connect with us

3

Google cs di Malaysia Mulai Berlakukan Pajak 6 Persen ke Pengguna

Ilustrasi Google Chrome.


VIVA – Google Malaysia resmi mengumumkan pemberlakuan pajak digital sebesar enam persen, yang berlaku mulai 2020. Perusahaan mengaku patuh mengenai undang-undang perpajakan di negara tempatnya beroperasi.

Loading...

“Agar sesuai dengan Malaysia New Sales & Services Tax, kami akan membebankan Pajak Layanan 6 persen kepada klien kami mulai 1 Januari 2020, begitu regulasi itu mulai berlaku,” kata juru bicara perusahaan.

Dilansir dari laman Star Online, Selasa, 3 Desember 2019, meski begitu raksasa teknologi yang berbasis di Amerika Serikat itu baru mengonfirmasi bahwa pajak akan berlaku di layanan G Suite. Pajaknya sendiri nantinya bisa dilihat di menu billing & payments.

Pengumuman lebih lanjut mungkin saja akan mengaitkan layanan YouTube Premium, YouTube Music dan pembelian online seperti e-book, aplikasi serta film di Google Play. Perubahan harga mungkin akan diberitahu melalui email.

Tidak hanya Google, kemungkinan besar pajak ini juga akan memengaruhi layanan streaming seperti Netflix dan Spotify, layanan iklan digital dan perusahaan distribusi game online sperti Steam.

Perusahaan asing yang menyediakan layanan berbasis internet dan telah diizinkan berjalan di Negeri Jiran, harus mendaftar ke Custom Department mulai 1 Oktober.

Registrasi ini diwajibkan apabila total layanan yang diberikan ke konsumen lebih dari RM500 ribu per tahun atau sekitar Rp1,6 miliar.

Sedangkan menurut Royal Malaysian Custom Departmen Service Tax Industry Guides, pengertian layanan digital adalah layanan yang disampaikan melalui media teknologi informasi dengan sedikit atau sama sekali tanpa campur tangan manusia penyedia layanan.

Layanan digital juga termasuk pada perangkat lunak, aplikasi, videogame, layanan streaming musik dan film, media berbasis langganan, layanan basis data dan cloud, platform iklan online, mesin pencari dan jejaring sosial.



Link Sumber

Continue Reading
Click to comment