Connect with us

Jabodetabek Nasional

Dinkes Depok dan LSM Kuldesak Sinergi Tanggulangi HIV/AIDS

Mengungkap fakta HIV/AIDS di Indonesia.


Keduanya secara masif teru bersosialisasi, pendataan serta menyediakan layananan ODHA

Loading...

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kumpulan Dengan Segala Aksi Kemanusiaan (Kuldesak) terus memperkuat sinergi untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS. Dengan sinergi yang telah terbangun, keduanya secara masif terus melakukan sosialisasi, pendataan serta menyediakan layanan bagi pengidap HIV/AIDS di Kota Depok.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan, pihaknya terus mendukung partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Begitu pula dengan keberadaan LSM Kuldesak yang membantu menanggulangi HIV/AIDS di Kota Depok.

“Dukungan tersebut juga dengan anggaran. Dinkes Kota Depok memberikan hibah kepada Kuldesak. Untuk itu, Kuldesak dapat benar-benar memanfaatkan dan memaksimalkan dana tersebut dan harus meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Menyusun rencana kerja dengan kementerian atau lembaga terkait yang berperan besar dalam mencapai tujuan penanggulangan HIV/AIDS,” ujar Novarita di Balai Kota Depok, Senin (2/9).

Ketua Umum LSM Kuldesak Kota Depok, Samsu Budiman mengatakan, Kuldesak adalah wadah bagi warga Depok, untuk menyosialisasikan dan membantu menurunkan penyebaran HIV/AIDS. Pihaknya juga aktif memberikan pengetahuan seputar dampak negatif dari peredaran narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif (Napza).

“Kami punya program berupa Care & Support. Dalam waktu dekat juga kami akan berkeliling ke-22 sekolah di 11 kecamatan untuk membentuk Training of Trainer (ToT) dengan melakukan aksi nyata mengurangi dampak buruk Napza,” terang Samsu.

Dia menjelaskan, Kuldesak memiliki kegiatan mengadakan silaturahmi ke Puskesmas yang ada di Depok, memberi informasi terkait dengan pasien yang terkena HIV agar bisa didampingi. Selain itu, ada program kunjungan ke rumah sakit (hospital visit) untuk memberi semangat pasien.

“Kami juga ada kegiatan home visit. Kami memberikan motivasi bagi penderita awal, serta memberikan informasi yang tepat bagi pasien dan keluarganya. Kami juga kerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum, sebagai paralegal, untuk mendampingi hukum para pengguna Napza dan penderita HIV/AIDS yang mendapatkan stigma dan diskriminasi, ketika ada salah dalam pemberian obat atau tindakan malapraktik,” jelas Samsu. 





Link Sumber