Connect with us

SINDONEWS

Difitnah Pakai Narkoba, Bintang Emon Dibela Warganet

alexametrics

loading…

JAKARTA – Pada Senin kemarin, (15/6/2020), jagat maya dihebohkan dengan munculnya serangan fitnah terhadap komika Bintang Emon, dari akun abal-abal di Twitter. Dalam cuitannya, mereka menuding Bintang menggunakan narkotika jenis sabu-sabu.

Loading...

Fitnah tersebut kemudian direspon Bintang dengan membagikan surat keterangan negatif narkoba, yang telah dilakukannya di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. (Baca juga: Pilpres 2024, Prabowo Disarankan Siapkan Capres Alternatif yang Didukung PDIP)

“Kalo nanti masih ada berita ditangkap karena narkoboy (narkoba), lucu juga sih. Bintangemon negatif narkoba, positif kentang mustofa,” tulis Bintang, melalui akun Instagramnya saat membagikan hasil pemeriksaan rumah sakit, Selasa (16/6/2020).

Fitnah terhadap Bintang muncul, lantaran sebelumnya komika tersebut membagikan video komentarnya mengenai persidangan dan hasil tuntutan jaksa yang tidak masuk akal, atas kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Menurut analisa Ismail Fahmi, dari analis media sosial Drone Emprit, fitnah pertama kali datang dari tiga akun Twitter bernama @LintangHanita, @Tiara616xxx, dan @LiarAngsa. Masing-masing akun tersebut hanya memiliki 2 pengikut, 9 pengikut, dan 0 pengikut.

“Serangan terhadap Bintang Emon mulai terjadi pada tanggal 14 Juni 2020 pukul 23.47 WIB,” jelas Fahmi, dikutip dari akun Twitter-nya, Rabu (17/6/2020).

Setelah fitnah itu muncul, warganet kemudian satu suara membela Bintang Emon. Ketiga akun abal-abal kini sudah dihapus pihak Twitter, diduga karena banyaknya warganet yang melaporkan akun tersebut.

Padahal, masih berdasarkan analisa Fahmi, sebelum fitnah muncul, tepatnya pada Jumat (12/6/2020), mayoritas percakapan tertinggi di Twitter berisi dengan kata kunci “Novel Baswedan”. Kemudian keesokan harinya berubah menjadi “Gak Sengaja”. Barulah kata kunci “Emon” menguasai percakapan pada Senin lalu.

“Dari trend di atas, tampaknya netizen bergeser perhatiannya, dari membahas isu esensial (Novel Baswedan) menuju isu penyerta,” kata Fahmi.

(wbs)



Link Sumber

Continue Reading
Click to comment