Connect with us

3

Cuma Jualan Merchandise eSports Bisa Untung Rp800 Juta

Kompetisi eSports.


VIVA – Perkembangan eSports di Indonesia berjalan begitu pesat. Dengan tingginya animo masyarakat, terutama kaum muda atau milenial yang menggeluti bidang tersebut.

Loading...

Hal ini ternyata juga berdampak pada bisnis penjualan merchandise. Menurut Head of Merchandise Rex Regum Qeon (RRQ), Michael Tjan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan peluang bisnis eSports yang cukup baik. Hal itu dilihat dari model peminat permainan online tersebut.

“Dari tahun ke tahun, bisnisnya (merchandise) terus meningkat 20 sampai 25 persen. Ini sangat bagus karena kami hanya menjual pernak-pernik dari game ataupun dari komunitas kami,” kata dia di Tangerang, Banten, Minggu, 11 Agustus 2019.

Meski tidak dipungkiri bisnis terbesar eSports masih pada produk game atau permainannya yang mana tercatat pada tahun ini nilai pasar game secara global akan mencapai angka US$152 miliar dan Indonesia menjadi salah satu pasar video game terbesar di Asia Pasifik, dengan angka mencapai US$941 juta.

“Tetap yang paling tinggi itu produk gamenya. Tapi seiring perkembangan hal itu menular ke yang lain, ya, seperti merchandise. Di komunitas RRQ, kami sudah punya lima outlet di beberapa kota seperti Jakarta, Tangerang, dan Surabaya,” tutur Michael.

Sepanjang tahun ini, ia mengaku bisa meraup untung dari penjualan merchandise sekitar Rp500 sampai Rp800 juta. Itu pun belum digabung dengan keuntungan bisnis lainnya.

“Kalau dari merchandise saja bisa ratusan juta. Itu belum digabung sama yang lain-lain, misalnya keuntungan menggelar dan memenangkan kompetisi. Itu juga cukup lumayan besar dan pergerakan ekonomi dari eSports di Indonesia sangat pesat. Apalagi pemerintah juga sangat berperan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, RRQ merupakan organisasi eSports cukup bergengsi di kancah internasional. Sejumlah atlet eSports profesional turut bergabung ke dalam RRQ yang memiliki tujuh divisi, yakni Mobile Legends, FIFA 18, PUBG, Arena of Valor, Point Blank, Free Fire dan DotA 2.



Link Sumber

Continue Reading
Click to comment