Connect with us

SINDONEWS

Cerita Desainer Samsung saat Mengembangkan Tampilan Antarmuka…

alexametrics


loading…

Loading...
JAKARTA – Di masa lalu smartphone memiliki tombol fisik dan jumlah fitur yang terbatas, tapi pada era modern seperti sekarang, semuanya sudah berbeda. (Baca juga: Redmi 9 dengan RAM 6 GB dan ROM 128 GB Nongol di Situs TENAA)

Smartphone zaman now menawarkan berbagai fungsi yang kita akses dengan berinteraksi melalui layar sentuh perangkat kita. Namun, menggunakan komponen sama yang berfungsi sebagai media tampilan perangkat untuk alat input utama terkadang dapat menghadirkan kesulitan bagi pengguna.

Di sinilah peran User Interface (UI), dengan pengalaman pengguna dalam berinteraksi dengannya disebut sebagai User Experience (UX). Pada 2018, Samsung memperkenalkan sebuah versi yang ditingkatkan dari sebuah standar antarmuka yang disebut ‘One UI’. (Lihat video: Gelapkan 45 Mobil Rental, Janda Muda di Pangkal Pinang Ditangkap)

Selain berupaya menjadikannya intuitif, konsisten, dan efektif, perancang UI mencoba merancang berdasarkan interaksi pengguna dalam menggunakan objek fisik sehari-hari agar UI lebih familiar.

Misalnya, pengguna mengubah halaman digital dalam e-book seperti halnya halaman fisik, atau menggeser kartu mereka ke atas pada aplikasi Samsung Pay dengan meniru cara mereka mengeluarkan kartu dari dompet mereka. Nah berikut ini hal-hal yang desainer perhatikan dalam menghadirkan UI terbaiknya:

Antarmuka untuk Membantu Pengguna Bekerja
Konsep One UI dimulai dengan ide untuk membantu pengguna yang sibuk saat ini agar tetap fokus dengan menyederhanakan interaksi di-handphone-nya. Salah satu desainer One UI Soyeon Lim menjelaskan, proses mendesain antarmuka dilakukan berdasarkan konsep ‘kesederhanaan sehari-hari’.

“One UI dirancang untuk membantu pengguna fokus pada tugas-tugas penting dengan menghilangkan gangguan,” kata Lim.

Sekarang, One UI telah dikembangkan lebih lanjut menjadi ‘One UI 2’, yang diresmikan pada akhir tahun lalu. Antarmuka yang ditingkatkan ini menggabungkan ikon-ikon dari One UI dalam gaya dan konfigurasi baru, termasuk warna dan gerakan yang diubah.

Selain itu, One UI 2 membuat ikon lebih mencolok dengan nada warna dan gerakan yang berbeda, misalnya ketika ikon ‘pengaturan’ bergetar untuk memberi tahu pengguna bahwa pembaruan sedang berlangsung.

‘Kesederhanaan’ Membantu Anda Memprioritaskan Hal Penting
Kesederhanaan selalu menjadi prioritas utama bagi para desainer ketika mengembangkan One UI 2. Untuk itu, layar pop-up di bagian atas dan bawah layar dibuat lebih ringkas dan sederhana agar pengguna tidak terganggu ketika menggunakan fitur.

Aplikasi kamera juga telah disederhanakan untuk memastikan fungsi kamera tidak terhambat, dan mencegah pengguna terganggu ketika mereka sedang mengambil gambar. Taehee Hwang, perancang UI untuk aplikasi kamera, menceritakan bagaimana membuat pengalaman pengguna lebih mudah.

“Mode standar untuk foto dan video dapat diakses di bagian bawah layar, sedangkan mode khusus seperti makanan dan pemandangan malam hari dapat diakses dengan menekan ‘perlihatkan lebih banyak’,” papar Lim seraya mengatakan, ini menyederhanakan apa yang ditampilkan di layar sehingga pengguna dapat berkonsentrasi mengambil gambar mereka.

‘Nyaman’ Supaya Mata dan Jari Santai
Membuat interaksi pengguna lebih nyaman dan memfasilitasi penggunaan satu tangan juga menjadi langkah awal pengembangan One UI 2. Sedangkan One UI menetapkan bagian atas dan bawah layar sebagai area ‘melihat’ dan ‘interaksi’ secara berurutan, penempatan ikon disesuaikan di One UI 2. Dengan demikian, sebagian besar tugas dapat diselesaikan di area bawah layar.

Selain itu, untuk tindakan yang memerlukan interaksi di bagian atas layar, gerakan jari yang tidak perlu diminimalisir untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan.

Cerita Desainer Samsung saat Mengembangkan Tampilan Antarmuka One UI 2

Prinsip yang sama diterapkan pada keyboard. Tujuannya, memungkinkan pengguna melakukan tugas-tugas lain sambil menjaga jari-jari mereka di dalam area keyboard. Semisal, pengguna dapat mencapai bilah spasi lebih mudah dan menyentuh-gulir tanpa menggunakan kursor.

Selain itu, pengguna dapat menggeser ke kiri atau ke kanan dengan dua jari untuk menghapus atau mengembalikan kata-kata, menyesuaikan ukuran keyboard sesuai dengan ukuran tangan mereka dan mengklik panjang bilah spasi untuk menggerakkan kursor.

Fitur ‘mode gelap’ telah terbukti mengurangi ketegangan pada mata pengguna. Lalu One UI 2 telah memperluas jumlah aplikasi di mana fitur itu dapat diterapkan. “Untuk membuatnya lebih nyaman saat menggunakan perangkat dalam gelap, kami juga menerapkan filter gelap pada tampilan wallpaper latar belakang,” ujar Lim.

Cerita Desainer Samsung saat Mengembangkan Tampilan Antarmuka One UI 2

Lim juga berbicara tentang upaya perancang untuk meredakan kelelahan mata. “Sebuah algoritma telah digabungkan yang menganalisis gambar latar belakang pada layar kunci dan secara otomatis menunjukkan waktu dalam warna yang paling nyaman sebagai latar belakang,” imbuhnya.

‘Kenyamanan’ Mempersingkat Pengalaman yang Kaya
Fitur ‘Single Take’ hadir dalam One UI 2 pada Galaxy S20 untuk kemampuan menggunakan fitur ultrawide, Live Focus, dan video pendek untuk menghadirkan beragam jenis foto dan video, semuanya dengan sekali pemotretan.

“Kami mulai dengan mengajukan dua pertanyaan pada diri kami sendiri,” ucap Hwang, desainer One UI 2 lainnya. “Pertama, bagaimana kita bisa memastikan pengguna menikmati saat ini? Dan kedua, bagaimana kita bisa memberikan berbagai hasil hanya dengan sekali ambil?”

Sambil menjelaskan apa yang terjadi dalam pengembangan fitur, Hwang menjelaskan, karena fitur ini akan diperkenalkan pada Galaxy S20, pihaknya memutuskan bahwa pesan bantuan harus ditampilkan ketika pengguna memasuki mode Single Take. “Selain itu, untuk memungkinkan pengguna melihat berbagai hasil secara bersamaan di layar yang sama, kami memperkenalkan jenis tampilan baru,” jelasnya.

Cerita Desainer Samsung saat Mengembangkan Tampilan Antarmuka One UI 2

Fitur panggilan video juga semakin ditingkatkan dengan integrasi ‘Google Duo’, aplikasi panggilan video Google. Suyeon Lee, perancang yang bertanggung jawab atas proses integrasi, menguraikan upaya perancang untuk meningkatkan kegunaan. “Tujuan kami adalah agar tidak ada perbedaan nyata dalam kualitas suara antara panggilan video HD dan panggilan telepon biasa yang dilakukan pada perangkat Galaxy,” katanya.

Sementara Galaxy Z Flip mewakili gaya perangkat yang benar-benar baru dengan format revolusioner. Dengan demikian, pertanyaan tentang bagaimana memberikan kegunaan dan kenyamanan terbaik pada smartphone baru mengharuskan para desainer untuk berpikir ”out of the box”.

Cerita Desainer Samsung saat Mengembangkan Tampilan Antarmuka One UI 2

“Ini adalah jenis perangkat yang benar-benar baru. Kami tidak memiliki akses ke perangkat sampel mana pun yang dapat kami terapkan UI baru, jadi kami harus mencetak layar, melampirkannya ke produk contoh serta melipat dan membuka lipatan perangkat untuk mengetahui cara terbaik untuk menerapkan One UI,” kata Hyungwoo Shin, perancang yang bertanggung jawab untuk mengembangkan UI Galaxy Z Flip.

Dalam mendesain UI khusus ini, para desainer memasukkan aspek ‘penutup layar’, yang memperluas antarmuka ke layar kecil di bagian luar ponsel yang memungkinkan pengguna untuk memeriksa waktu, membaca notifikasi dan mengambil foto selfie saat ponsel dilipat.

Upaya khusus dilakukan untuk mengembangkan UI untuk ‘Flex Mode’ Galaxy Z Flip, fitur yang membagi layar menjadi dua bagian ketika ponsel setengah dilipat dan diatur pada sudut 90 derajat.

“Merancang UI yang cocok untuk ponsel yang digunakan dalam Flex Mode menghadirkan tantangan nyata. Kami akhirnya menciptakan tata letak baru seperti UI yang terlihat pada ponsel lipat sebelumnya,” paparnya.

‘Aksesibilitas” untuk Semua Orang
‘Aksesibilitas’ berarti seberapa mudah digunakan dan tersedianya fitur-fitur perangkat bagi berbagai pengguna. Desainer One UI 2 bekerja untuk memberikan pengalaman yang sama-sama dapat diakses oleh semua orang -tanpa memandang usia atau disabilitas- dengan fitur seperti tema kontras tinggi, yang meningkatkan kegunaan bagi pengguna yang memiliki keterbatasan penglihatan.

Samsung juga berkonsultasi dengan pengguna yang memiliki kemampuan berbeda untuk menerima masukan tentang aksesibilitas dalam UI. Dan juga untuk mendengarkan pendapat pengguna untuk lebih baik nyaman lagi.

Cerita Desainer Samsung saat Mengembangkan Tampilan Antarmuka One UI 2

Hasilnya, lanjut dia, penyesuaian warna dan fitur kontras tinggi diimplementasikan dalam UI untuk memperluas kegunaan untuk pengguna yang memiliki kemampuan berbeda. Perubahan ini juga mempermudah pengguna untuk mengakses fitur-fitur khusus dalam UI seperti Light Sensing, yang mendeteksi lampu terdekat dan memberi tahu pengguna tentang status mereka dengan getaran, dan Live Transcribe, yang menggunakan Bixby untuk mencatat pesan audio dan suara-suara di sekitarnya.

One UI untuk Semua Pengguna
Karena kehadiran pertama dan kedua dari One UI adalah tentang membangun fondasi antarmuka, langkah-langkah selanjutnya akan lebih fokus dalam melayani pengguna individu. “Ke depannya, One UI akan menawarkan lebih banyak konten yang disesuaikan. Kustomisasi aktif akan dihadirkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna,” klaim Lim.

(iqb)



Link Sumber

Continue Reading
Click to comment