Connect with us

3

Bill Gates Larang Anaknya Pakai Ponsel, Alasannya Mengkhawatirkan – VIVA

image_title



VIVA – Para petinggi teknologi ternyata punya aturan pribadi yang berlawanan dengan kebanyakan konsumen teknologi. Saat kebanyakan pengguna teknologi cenderung kecanduan dengan perangkat mobile mereka, justru petinggi teknologi malah punya sikap yang berkebalikan.

Loading...

Laporan Nick Bilton dalam New York Times pada 2014 bisa menjadi bukti. Pendiri Apple, Steve Jobs mengaku kepada BIlton, tidak mengizinkan anaknya untuk menggunakan iPad dan produk lain yang ditemukan Jobs. Kepada Bilton, Jobs menegaskan, anaknya memang sudah tepat tak menggunakan perangkat yang ia temukan. 

“Kami membatasi bagaimana teknologi yang digunakan anak-anak kami di rumah,” ujar Jobs kepada Bilton, dikutip dari Populer Science, Senin 6 Agustus 2018.


Sikap defensif itu juga dikuatkan oleh penulis biografi Steve Jobs, Walter Isaacson. Dia mengungkapkan, belum waktunya Jobs mengizinkan anak-anak untuk menggunakan produk buatannya. 

Isaacson mengisahkan, pada saat makan malam, tidak ada satupun anggota keluarga Jobs yang memegang ponsel. 

“Anak-anak Jobs tak terlihat kecanduan pada semua perangkat,” jelas Isaacson. 

Pendiri Microsoft, Bill Gates juga punya sikap yang sama dengan Jobs. Pada 2017, Gates mengungkapkan, dia membatasi buah hatinya dengan seenaknya menggunakan produk teknologi. Gates memiliki peraturan penggunaan teknologi pada ketiga anaknya. 

“Kami tidak memberi anak-anak ponsel sampai mereka berumur 14 tahun. Mereka mengeluh tentang anak lain yang sudah mendapatkan ponsel,” ujarnya.

Menurut Gates, smartphone memang sangat diperlukan untuk tetap berhubungan dengan teman-teman, namun karena menyadari sisi mengkhawatirkan, yakni anaknya candu pada penggunaan perangkat bergerak. Makanya dia akhirnya membatasi anak-anaknya tidak boleh memegang ponsel sebelum mereka berumur 14 tahun. Sementara rata-rata anak di Amerika sudah memegang ponsel saat usianya memasuki 10 tahun.

Menurut analisis Pew Research Institute edisi 2018, 45 persen remaja mengakui mereka termasuk basis yang daring hampir tiap hari. Sementara, 24 persen remaja melihatnya sebagai sesuatu yang lebih menjurus ke arah negatif. 

Ternyata risiko suram menggunakan teknologi juga mengancam pengguna orang dewasa.

Riset Pew Research Institute menunjukkan, rata-rata orang Amerika menghabiskan 5 jam sehari untuk menggenggam ponsel. Untuk menyentuh, menggesek, dan mengetuk ponsel bisa mencapai dua ribu kali, terhitung dari bangun sampai kembali tidur.

Langkah menolak candu atas smartphone malah dilakukan mantan karyawan Google, Tristan Harris. Bersama rekan-rekannya di Center for Humane Technology, Harris sengaja mematikan semua pemberitahuan pada perangat mereka, yang dirasa tidak penting.

Sikap petinggi teknologi tersebut dinilai sebagai penentu arah yang penting. Tindakan mereka mungkin saja terkait dengan efek produk yang mereka ciptakan. Tanda masalah yang mungkin tidak diketahui oleh konsumen.

Banyak eksekutif membuat produk yang sudah jelas berbahaya, atau minimal hanya buang uang saja. Namun sejarah membuktikan, mereka membuat keputusan pribadi yang berbeda dengan apa yang mereka promosikan kepada publik.



Link Sumber

Continue Reading
Click to comment