Connect with us

DETIKOTO

Ada Motor Listrik, Bagaimana Nasib Produsen Knalpot Racing?

[ad_1]

Jakarta – Dunia otomotif saat ini disibukkan dengan pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Mulai dari mobil hingga sepeda motor harus memenuhi syarat ramah lingkungan di beberapa negara.

Alasannya, karena kendaraan bermesin bakar menyumbang polusi semakin banyak. Khawatirnya, ke depan lingkungan Bumi akan semakin rusak dengan polusi yang dikeluarkan kendaraan konvensional. Untuk itulah saat ini sudah banyak beredar motor bertenaga listrik.

Motor listrik tak mengeluarkan polusi dari kendaraannya. Karena tak ada mesin konvensional, maka knalpot tak diperlukan lagi di motor listrik. Bagaimana nasib produsen knalpot racing kalau semua motor listrik tak butuh knalpot lagi?

Diberitakan Visordown, Paolo Termignoni, Kepala Departemen Teknis SC-Project Exhaust tak memusingkan hal itu. Putra pendiri produsen knalpot Termignoni yang pindah ke SC-Project itu yakin knalpot racing masih dibutuhkan.

“Saya tidak berpikir motor listrik merupakan ancaman bagi industri kami. Untuk mobilitas moped dan perkotaan, skuter listrik oke saja, tapi untuk motor passion, saya pikir (motor listrik) itu bukan masalah,” katanya.

Dia bilang, tidak ada keterkaitan antara passion dan motor listrik. Menurutnya, pemotor yang benar-benar penyuka motor lebih menginginkan getaran dan suara motor itu sendiri.

“Dan teknologi itu juga belum siap. Mungkin itu adalah masa depan, tapi jauh sekali, lebih dari 30 atau 40 tahun,” sebutnya.

SC-Project sendiri merupakan produsen knalpot ternama. Mereka memproduksi knalpot slip-on sampai knalpot balap full system yang dipakai di motor RC213V tunggangan Marc Marquez di MotoGP. (rgr/ddn)


[ad_2]

Link Sumber

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

?>